Saturday, July 16, 2011

向诗人A.Samad Saad 致敬



Unggun Bersih
Semakin lara kita didera bara—
kita laungkan juga pesan merdeka:
Demokrasi sebenderang mentari
sehasrat hajat semurni harga diri.

Lama resah kita—demokrasi luka;
lama duka kita—demokrasi lara.
Demokrasi yang angkuh, kita cemuhi;
suara bebas yang utuh, kita idami!

Dua abad lalu Sam Adams berseru:
(di Boston dijirus teh ke laut biru):
Tak diperlu gempita sorak yang gebu,
diperlu hanya unggun api yang syahdu.

Kini menyalalah unggun sakti itu;
kini merebaklah nyala unggun itu.


一个两袖清风身上口袋只有96零吉版税的国家文学级诗人,一个坚而无畏不惧强权一度以为自己命丧在警察部队催泪雾中的诗人,一个大义凛然在大是大非的国家局势之下选择公平正义的诗人,他没有沉默,他没有退缩,他没有伪善,他也没有暴戾 ,在政府高官执政权贵自我阉割的意识形态和溃烂言论中,他却跨界走向人民,和人民一起参与游行。

在这个没有硝烟的抗争中傲然而立,我向他深深致敬!

No comments:

Post a Comment